Sunday, August 20, 2017

Nasehat Bisa Datang Dari Mana Saja

Hari ini diingetin Pak Gojek di perjalanan ke Stasiun Bekasi mau balik ke Depok. Katanya waktu liat Baba di teras rumah tadi, dia inget almarhum ayahnya. Trus dia pesen selama orang tua masih ada jangan sia-siain buat nggak ngabisin waktu bareng mereka. Main sama temen ada masanya, bisa ditunda. Tapi kalau ngabisin waktu sama orang tua itu nggak bisa ditunda dan harus selalu jadi prioritas. Im totally agree with that. 
Seminggu sekali, dari Jumat malam sampe Minggu malam, aku dedikasikan waktu buat Mama dan Baba. Ngelakuin apapun asal sama mereka berdua. Dari makan siang-malem bareng, masak bareng, bikin roti, beberes rumah, diskusi receh, diskusi negara, nostalgia jaman dulu, bicara masa depan, cerita sahabat nabi, cerita kuliah, ngajarin mereka aplikasi baru, apapun. Sempat perasaan bosan datang menyelinap, tapi segera aku buang jauh-jauh, karena -betul kata Pak Gojek tadi- aku nggak mau menyesal seumur hidup. 
Dunia nggak akan kemana-mana, nggak usah dikejer. Ridho, doa, dan surgaku ada di mereka berdua. 
Terimakasih sudah mengingatkan, sekaligus menguatkan Pak Gojek! 

Sunday, July 30, 2017

Ternyata Minggu Lalu Kusebahagia Itu...



Tulisan ini dibuat di note HP yang aku tulis di kamar mandi hotel Hari Sabtu sebelum ke resepsi Kiti - Topan. Ternyata kumpul di tengah-tengah teman bisa mendorong aku menulis sespontan itu, dan sebahagia itu. Begini isi note nya :

Pagi ini, bangun di antara teman-teman baikmu adalah kebahagiaan yang nggak bisa terbayarkan dengan apapun. Rasanya aman, tenang, excited dan hangat. Tidur di tengah mereka ngobrol dan ketawa juga perasaan yang nikmatnya tiada dua. Tiba-tiba lupa sama perasaan sepi yang seringkali datang setiap mau tidur. 
Perasaan dan moment kaya gini yang kita sering lupa buat disyukuri banyak-banyak. Meskipun hidup jungkir balik dan seringkali menguji kita habis-habisan, tapi percaya deh, kalo kamu tau kamu punya teman yang tau baik burukmu, rasanya hidup ini masih baik-baik saja.
Terimakasih ya Allah sudah mengirimkan teman-teman rasa saudara yang tau moment labilku dari masuk SMP sampai sekarang waktu kita mau meraba-raba kehidupan yang lebih kompleks. Terimakasih sudah mempertemukan aku dengan mereka. Terimakasih sudah membuat langkah-langkah dan hati mereka mudah untuk terus bersilaturahmi. Semoga hubungan pertemanan rasa saudara ini bisa terus berlanjut sampai aku tua nanti. Karena kamu akan selalu butuh dan dibutuhkan temanmu di umur berapapun dalam hidupmu. Alhamdulillaah..




Friday, June 16, 2017

LIFE UPDATE

Hai, ini tanggal 15 Juni kan? Besok lusa, aku 25 tahun. Sangat mendebarkan. Aku hampir selalu nervous berlebih setiap mendekati tanggal ulang tahun. Moment-moment flashback dalam hidupku seringnya datang satu persatu. Semakin dijinakkan, semakin liar kemana-mana. Apalagi ini angka istimewa. 25 tahun.

Can you imagine? 25 tahun aku hidup di bumi ini. 25 tahun!! 1/4 abad. Subhanallah!

5 tahun yang lalu, waktu masih umur 20, aku membayangkan 25 tahun itu too far-far away. Bakal dateng sih, tapi kaya masih lamaa banget. Eh tiba-tiba uda kurang dua hari aja.

Dari kemarin, aku uda buat list pengen buat tulisan A, B, C. But i dont know, its hard for me to write and choose the topic i wanna share in this blog. Yang personal, tapi tetap nggak terlalu dalam. Tiba-tiba malam ini, sehabis teraweh aku ada niatan buat bikin lasagna sama Mama buat menyambut adik-adikku yang akan sampe rumah jam 1 malem nanti. Tapi rupanya Mama capek banget dan pengen cepet tidur. So here i am, seduh kopi, buka laptop, liat film Lion yang uda lama banget pengen aku tonton dan selalu gagal karena aku takut mellow mendadak.

Di tengah liat film ini, tiba-tiba aku tau satu hal yang harus aku syukuri setiap detiknya. Keluarga.

Aku bersyukur banget lahir di keluarga yang hangat. Mama dan Baba dengan perannya masing-masing yang selalu support dan membesarkan hatiku dari aku kecil. Adik-adik yang selalu mampu membawa rasa nyaman dan hangat waktu kumpul meskipun cuma setahun dua kali. Keluarga besar Mama dan Baba yang juga bawa dinamika sendiri yang memaksa aku untuk berkompromi dengan banyak hal sedari kecil.

Dengan keluarga yang hangat seperti ini, meskipun ini rumah kedelapan yang ditempati keluargaku, aku tidak pernah perlu waktu yang lebih lama untuk adaptasi di tempat baru. Dimanapun keluargaku ada, dimanapun Mamaku stay, disitu rumahku. Nggak peduli fisiknya berubah, kotanya berubah, aku selalu merasa bersyukur bisa berada di tengah-tengah keluargaku.

Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah.

Wednesday, May 17, 2017

QUOTE OF THE DAY

It doesn't matter what others are doing. It matters what you are doing. 


Selama kamu uda usaha maksimal, meskipun itu terlihat nggak sekeras orang lain, percayalah semua orang punya proses sendiri-sendiri. Jangan ngerasa rendah diri karena terlihat tidak berupaya sekeras orang lain. Fokus ke dirimu sendiri aja, Han. 

Habis sugesti ini, terus kirim Whatsapp ke Mama, minta doa, dan bilang kalo aku semangat dan tawakkal. Nah, ini baru anak Mama - balesan Mama di Whatsapp tadi pagi. Singkat, tapi sejuta makna. Makasih Ma. 

Powered by Blogger.
Passion Journal © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.