Friday, February 19, 2021

Too Much Too Handle

Rush, deadline, annoying call or meeting, too much on my list kinda day. Sometimes I feel too much and wanna give up. But, after all.. I know that I work on myself and doing something that I like since the beginning. 


Maybe I need to slow down first. But 35 days to go. Can I?




Tuesday, January 26, 2021

Anger & Disappointed

Dua bentuk emosi yang sampe sekarang pun aku masih susah banget buat kelola in proper way. You know, perasaan ini kan bisa jadi muncul karena ada big issue yang tiba-tiba datang, atau bisa jadi kumpulan dari emosi-emosi sebelumnya yang belum selesai kita cerna. Tulisan ini dedikasikan buat diriku sendiri yang baru saja menangkap fenomena baru dalam merespon dua emosi tersebut. 

Sebuah usaha untuk memahami diriku lebih dalam, dan validasi emosi serta respon lebih jauh.

Semakin bertambahnya umur (ceilah), dua bentuk emosi ini, marah dan kecewa, sering kali berubah bentuk atau nebeng ke emosi-emosi lain, atau malah munculnya dengan volume yang nggak ketebak. Kadang tipis-tipis, kadang super bold. 

Kenapa ya? Apa karena kita berusaha kontrol emosi ini buat nggak "up" terlalu sering, atau kita yang mulai berdamai sama yang namanya ekspektasi? (konon ekspektasi adalah sumber atau trigger yang paling besar akan dua bentuk emosi ini- at least for me). 

Selain itu, aku juga baru sadar kalau respon yang aku tampilkan ketika merasakan emosi ini nggak bisa terus menerus sama. Begini misalnya, kadang aku marah dan yang aku lakuin adalah nangis diam-diam. Di kamar mandi atau depan laptop dengan bantuan playlist yang tepat. Tapi kemarin aku menyadari kalo "nangis" gitu aja nggak melegakan seperti biasanya. Muncul keinginan untuk menunjukkan ke semua orang kalau aku kecewa, aku marah, dan berharap mereka menyadari itu. Aku pengen menunjukkan respon supaya mereka notice kalo ini suatu hal yang besar, berdampak, dan aku nggak nyaman ada di posisi ini. 

Sebelum-sebelumnya, nangis diam-diam uda jadi senjata ampuh untuk mengeluarkan amarah. Nangis diam-diam dan menulis jurnal panjang lebar. Berusaha memetakan sumber kecewa atau amarahku, memahami pain pointnya dimana. Tapi untuk kejadian kemarin, senjata ini ternyata perlu di upgrade sedikit. Atau justru downgrade?

Bingung karena ternyata efek leganya tetap ada. Lega setelah "do something" yang akhirnya orang-orang sekitarku tau aku bener-bener nggak nyaman, kecewa dan marah. Mungkin ada sedikit perasaan di "betray" nya juga. 

"Do something" di sini bukan dengan lempar barang atau intonasi suara yang naik banget, bukan. Tapi dengan ngelakuin itu ternyata aku "berhasil" (mungkin) memperjelas posisiku, proyeksiin betapa kecewanya aku. 

I don't know. Tapi yang jelas aku masih perlu berusaha mengelola dua bentuk emosi ini lebih canggih lagi. Aku mau coba cari tau dulu. 

Thursday, December 10, 2020

Magrib, Tea & Marco

 


I think it is the perfect sunset I ever have. I feel so content, feeling so good with myself and grateful for everything that I have.

 

It's my first day of menstruation, but I don't feel the pain as worse as usual. I bring my cup of tea and standing on my balcony with Marco, my lovely cat. Sun goes down, adzan starts fills the air. The lamp turns on, and a bunch of small insects, aka laron comes.

 

At first, Marco busy with me, but after Laron come, Marco starts busy with them. He tries to run and show off some actions to catch up with them as much as he can. And, of course, eat them with his innocent face.

 

Oh, and the wind.. so kind and gently stroked my hair. After 30 minutes busy with his laron, Marco feels tired and comes back to me with a happy tummy (I guess).

 

So, I think about my life lately. And I start wondering, can I feel so content like this in my next step of life? Can I have some quality of me-time?  I don't know, isn't it something that I can not control at all? The future, the next step, tomorrow, or maybe one hour later. But I can crystalize all my feelings by writing them down in my blog right now. I can focus and keep the focus on the things that I can fully control.


Monday, November 30, 2020

Sometimes on Friendship



Sometimes, I feel like I can live alone forever

But sometimes, I feel like I can not live without my beloved friends

Sometimes, I think I don't need validation from anyone

But sometimes, I need to ask my friends about every little step that I want to take

Sometimes, I feel a burden in friendship, and I see my self as a bad friend

But sometimes, I long for great friendship and proud of me as a great friend

Sometimes, I can see my good friends as a soulmate, the other pieces from my heart

But sometimes, I can see my good friends as a great competitor who makes me run faster

 

Despite all my questions, I know for sure

Having such a good relationship and invest your effort to grow in that; are more critical than your blue-chip stock

 

Thank you, Shinta for everything. 

 

 

 


< > Home
Powered by Blogger.
Passion Journal © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.