Sunday, March 18, 2018

THIS KINDA NIGHT

Perasaan campur aduk setelah ketemu banyak teman lama rasa saudara selama seharian penuh. Ketawa, makan, ngobrolin banyak hal, update kabar dan kesibukan, ngasih semangat, dikasih semangat, ndengerin rahasia, cerita rahasia, dan pembicaraan ekstra panjang terkait gelisah pendamping di umur yang super aneh ini. Sedih, seneng, ikutan pengen marah, pengen nangis, excited mau ketemu dan sedih mau pisah. Biasanya aku butuh waktu 2-3 hari buat menetralisir, meyakinkan dan menenggelamkan diri ke dalam rutinitas seperti biasa lagi. Karena perasaan ini sungguh kaya, penuh syukur, dan banyak doa yang aku sisipkan diam-diam.

Terimakasih Ya Allah, temenku baik-baik banget,
Terimakasih Ya Allah, lingkaran pertemananku sehat dan saling menguatkan,
Terimakasih Ya Allah, sudah menggerakkan hati Mama dan Baba buat nyekolahin di sana,
Ya Allah plis jangan cepet malem aku masih mau ketawa-ketawa bodoh yang menyenangkan,
Ya Allah jagain mereka,
Ya Allah lancarkan rezeki mereka,
Ya Allah lancarkan pula jodohnya.

Terimakasih diriku yang mau meluangkan waktu 5 menit buat update posting ini, karena moment ini sungguh kaya dan sayang sekali kalau tidak dikristalkan dalam bentuk tulisan. Terimakasih ya Allah, buat semuanya. Sleep tight, Han.

Sunday, February 18, 2018

MY FAV QUOTE FOR NOW


image from pinterest, as always

Thursday, February 15, 2018

Overconsuming, Always Always Always Not Healthy

Saya percaya dengan apapun yang kita konsumsi hari itu, harus seimbang dengan output yang akan kita hasilkan. Ini berlaku untuk semua-muaaaanyaa. Konsumsi untuk tubuh (makanan - minuman), harus dikeluarkan, baik dalam bentuk tenaga, keringat, air seni, ataupun hasil metabolisme tubuh lainnya. Konsumsi untuk otak, bisa apapun yang kita dengar, kita baca, kita lihat, harus seimbang dengan apa yang kita hasilkan. Bisa dalam bentuk apa saja, tulisan, obrolan, gambar, masakan, apapun. Asal balance. Kuncinya, seninya, susahnya, ya itu tadi. Buat semuanya balance, in-out. Kualitas outputnya pun juga akan sangat tergantung dengan inputnya. Jangan sampai, garbage in-garbage out. Atau yang lebih parah, garbage in terus-terusan, nggak ada outputnya sama sekali. 


Baru-baru ini, asumsi dan kepercayaan saya di atas terbukti. Hampir dua minggu lebih ini, saya overconsuming. Makanan, minuman, tontonan, bacaan, apapun. Hasilnya? Saya kaya nggak punya kendali atas hidup saya sendiri dan sakit kepala, semacam pusing tapi bukan pusing (lah?), trus sering ling-lung. Hahahaha. Trus setelah diskusi singkat dengan Mba Uci, oh mungkin karena ada bagian otak yang biasanya dipake ekstra keras buat produce something, eh tiba-tiba dihentikan. Bagian itu kaya disuruh tidur sementara, dan yang dipake cuma bagian otak yang lain, monoton berhari-hari. Pantas aja, rasanya pusing dan eneg banget, hahaha. 

Saya hampir beberapa hari ini liat youtube non stop, baca line today, scrolling instagram, baca ibook (currently reading : Big Magic, its so good OMG), dengerin podcast, liat Netflix Chefs Table, liat TV, dan makan apapun yang ada di kulkas, minum kopi sachet (duh!) dan konsumsi makanan-minuman lain yang saya tau situ nggak bagus buat diri saya. Rasanya saya nggak punya kendali sama diri saya sendiri. Seperti lingkaran yang nggak ada putusnya, dan saya pun nggak tau gimana cara mutusnya dan keluar dari kebiasaan nggak sehat ini. 

Mungkin bagi kalian yang baca, punya pikiran kaya, Lah itu baca buku, dengerin podcast kan bagus Han? kalau makanan-minuman iya sih emang nggak sehat, tapi kalo yang konsumsi buat otak kan bagus? 

Yes, i know. You right. Tapi kalau itu semua dilakuin secara terus menerus, nggak ada output yang dihasilkan, sama aja. Kaya numpuk semua informasi di otak, tanpa diolah. Semakin numpuk-numpuk dan numpuk, sampai akhirnya pusing nggak tau harus mengurai sedemikan banyak informasi itu kaya gimana, dan dalam bentuk apa. Tapi udah tau nggak enak, tetep aja dilakuin. OMG, whats happen with you, Han?

So, i try to cut those circle with write this post, and make me believe that i can do yoga everytime i want, without video tutorial. I try to collect my recipe, the old one or my dream recipe that i always want to make someday. I try to list some food and drink that good for my body and how to consume it properly. Semoga pelan-pelan, saya bisa mengurangi overconsume yang sangat meresahkan ini. Dan semoga kita semua diberi kepekaan buat sadar kalo kita over consume, dan segera punya kendali penuh lagi akan hidup kita sendiri. Cheers! 

Image from pinterest

Saturday, January 20, 2018

Home


Hampir sebulan lamanya aku ambil keputusan buat bener-bener tinggal di rumah. Pergi dari rumah dan pulang ke rumah setiap hari. Rasanya aneh, harus adaptasi dengan berbagai hal. Rasanya menyenangkan dan hangat, karena setiap pulang (dari manapun dan jam berapapun), ada Mama yang nunggu sambil ketiduran di atas sofa. Rasanya capek, karena nggak bisa leyeh-leyeh dan nggak beresin tempat tidur properly selama berhari-hari, seperti biasanya. Mama nggak akan berhenti ngomel kalau liat aku acuh sama sesuatu yang nggak "beres" atau nggak sesuai dengan standarnya. Rasanya super aneh, waktu kamu tau nggak ada lagi tempat buatmu tinggal, mandi, makan dan tidur selain di sini. Maklum biasanya aku tinggal di dua tempat, di kosan / asrama dan rumah, jadi ada dua versi rumah dalam hidupku. Rasanya nggak bisa berhenti bersyukur, waktu setelah salam sholat shubuh Mama langsung tanya, mau dibekelin apa. Rasanya overwhelmed, karena harus basa basi sama tetangga sekitar dan naikin level ramah mendekati level ramahnya Mama, setiap jalan mau ke minimarket. So complicated. 

Tapi setelah dipikir-pikir, ini kesempatan yang diberikan Allah dan nggak dateng dua kali. Bisa serumah, ketemu pagi, sore dan malem sama Mama, kadang juga ada Baba, dalam keadaan mereka berdua sehat dan mulai tergantung sama aku. I feel like im the most important person in their life. And i can't stop gratefull. Alhamdulillah
< > Home
Powered by Blogger.
Passion Journal © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.