Monday, February 3, 2014

Welcoming February

Halo, Januari sudah terlewati. Oke, tarik napas pelan-pelan. Apa yang sudah saya kerjakan selama bulan Januari kemarin?

First, ada banyak target yang belum terpenuhi. Ujian magang pun belum. Rasanya kecewa sama diri sendiri, terpaksa harus ambil SKS magang lagi di semester 8 ini. Oke, mungkin karena kecewa dengan hal itu, akhirnya saya mati-matian gimana caranya produk wrapparcel punya perkembangan yang cukup meyakinkan bulan ini. Mulai dari mengendorse banyak selebgram. I promise, someday i will tell you panas-dinginnya proses mengendorse ini, manis pahitnya, duh semuanya deh. 

Blog ini lahir. Oke, diulangi, blog ini lahir dan saya berhasil membuat 7 tulisan :) Mungkin buat beberapa orang, its sound cheesy, but for me, ini sebuah perkembangan yang cukup besar. Akhirnya, saya bisa menuliskan apa yang selama ini berhenti cuma di angan-angan saja. To be honest, in Trello, i wrote that i would post 20 entry for January, dan dengan menunduk setengah malu, saya mengakui bahwa target itu terlalu tinggi. And i feel better with 7 entry, ini pembuktian yang cukup sulit, hehe.

Oh iya, saya juga mulai merawat blog wrapparcel bulan januari kemarin, tapi juga belum memenuhi target. Kesulitan harus mulai posting dari mana. Gimana cara nyeritain produknya. Ah, i need to learn a lot!

I promised my self, when January over, i will tell everyone about this blog. Am i ready?

Let me tell you, ada banyak harapan, ada banyak doa, ada banyak cita-cita yang harus saya raih lewat blog ini. Biarlah saya mencoba untuk mencintai proses jatuh bangunnya. Biarlah saya tetap punya target yang terlihat nggak memungkinkan. Karena dengan hal itu, saya punya kekuatan buat bangun pagi dan mulai meruntut satu demi satu pekerjaan di depan mata. 

Harapan untuk Februari? Saya harus ujian magang. Harus. Pundi-pundi tabungan bertambah. Bersyukur-bersyukur lebih banyak. Itu saja. Wish me luck!




Saturday, January 25, 2014

Delete Them All?

Akhirnya...fuih. Saya sudah berhasil mengosongkan camera roll di iPhone. Selega itu kah? Iya. Selama ini saya selalu mencapture apapun yang menarik, dan tidak pernah berhasil mengkoordinasikan mereka dengan baik. Akhirnya, 3478 foto bersarang di sana. Ditambah lagi keterbatasan iOS untuk mengatur dan memindahkan data. Saya pun termasuk orang yang tidak rajin mensinkronkan data lewat iTunes. Duh, rasanya ya. Memang sih, semua foto moment-moment penting saya masih lengkap, capture an berita-berita penting, atau baju dan sepatu lucu yang saya incar juga ada. Jadwal film bioskop, jadwal dosen pembimbing, daftar isi skripsi kakak tingkat, baju di polyvore yang aduhai, online shop di instagram yang saya suka tapi saya malas follow, dan masih banyak lagi. Makanya setiap nongkrong sama teman, mereka pasti dengan khusyunya melihat photo library saya. Lalu diam-diam mengirim gambar atau capturean yang mereka anggap penting lewat line hehe.


Tapi apa ada manfaatnya buat saya? Ah, itu cuma berhenti di bab niat. Oke, ada manfaat sih, tapi itu nggak seberapa. Seringnya setelah mengcapture, saya jarang melihatnya lagi. Kecuali capturean yang benar-benar penting. Ini wajar, atau saya yang terlampau malas ya? :p Rasanya sayang-sayang gimana gitu untuk mendelete foto. Ada satu sisi dalam diri saya yang teriak-teriak, oh dont delete them, someday you will need it. Satu sisi lagi, aduuh kamu nggak akan bisa bener-bener memanfaatkan foto-foto sebanyak ini, mau cari aja kamu pasti malas, nggak mungkin deh, mau klasifikasi satu-satu juga nggak mungkin.Udah hapus aja semua, mulai dari awal. Fuih. Daan saya memilih bujukan yang kedua. 



Yang jelas, mulai sekarang saya akan rajin memanfaatkan iTunes dan iCloud untuk mengklasifikasi data-data saya. Yah, saya batasi di camera roll maksimal hanya 50 foto lah. Selain itu ada folder-folder foto khusus untuk produk wrapparcel, untuk inspirasi, atau untuk info penting. Oiya, saya akan memanfaatkan pinterest dengan sangat maksimal juga ah. Oh, you must try pinterest, it so amazing hehe.  


Thursday, January 23, 2014

My Coming Up Project

Hidup akan terasa sungguh berarti waktu kita merasa sibuk kan? Produktif itu ampuh membuang perasaan nggak bersahabat jauh-jauh. So, selain merawat wrapparcel, saya memulai dua project lain untuk tahun ini. Yang pertama, "Show Your Batcave" dan yang kedua, "People in Train".

Dalam bayangan saya, "Show Your Batcave" adalah post yang berisikan foto seseorang dengan kamar, atau ruangan yang menjadi batcave atau sarangnya. Saya selalu penasaran dengan seberapa hebat keadaan kamar atau sarang tersebut mempengaruhi semua proses kehidupan sang empunya. I will pick the people, people that so interesting for me. 

Yang kedua, "People in Train", karena saya kuliah di Malang, dan orangtua menetap di Jember, jadi saya sering pulang menggunakan kereta api. Ada banyak sekali keadaan menarik untuk diabadikan di atas kereta. Ada banyak interaksi, karena tempat duduk kereta ekonomi saling berhadapan. Selama ini saya hanya memotret diam-diam lewat gadget, sehingga hasilnya tidak maksimal. Saya harus mampu berinteraksi dengan mereka dan meminta ijin untuk memotret, agar hasil jepretan saya maksimal. 

Saya akan berusaha sekuat tenaga untuk dua project ini. Wish me luck!

Yes, my gandma's batcave will be my first post on "Show Your Batcave"

My Baby, Wrap Parcel

Let me tell you. Akhir-akhir ini, banyak tenaga, waktu dan pikiran saya tercurahkan untuk my first serious business, wrapparcel. Kami, (ya, ini usaha saya dan mama saya) memulainya tahun kemarin, waktu bulan Ramadhan. Niatnya sih membuat parcel untuk lebaran, targetnya karyawannya mama aja, tapi kita berdua sama-sama punya idealis yang tinggi gimana caranya bikin parcel yang nggak biasa. Akhirnya, berlanjut sampai sekarang. Tiap bulannya, ada aja yang pesen hehe. Buat kado ulang tahun, kado kawinan, kado wisuda, paling banyak sih kado anniversary hehe. 

Apa sih wrapparcel? Oke, berangkat dari niatan gimana caranya orang itu bisa ngasih kado yang sangat personal, spesial, lain daripada yang lain. Kita berdua brainstorming bareng-bareng, saling ngasih masukan, saran, kritik, dan of course, modal juga. Teman, proses coba-coba itu nggak murah lo, salah beli bahan, udah dibikin tapi nggak puas, ada aja uang yang harus keluar hehe. 

Sampai detik ini, wrapparcel menghasilkan dua produk. Yaitu "Mini Parcel" dan "Flower Picnic". Berhubung uda deket sama perayaan valentine, jadi kita buat "Flower Picnic valentine edition", lengkap dengan box dan kartu ucapan. Berminat? :)

Saya tau, semua ini proses. Tiap hari ada aja yang harus saya hadapi, dan harus dicari solusinya. Saya dan mama bekerja berdua dalam satu tim, ini juga banyak tantangannya. Ide-ide yang terus bermunculan, dan saya harus bijak memilih ide yang mana yang harus saya eksekusi terlebih dahulu. Tapi ini untungnya kerja berdua sama mama, waktu badmood melanda, saya memilih diam dan mama megerti itu. Belum lagi berhadapan dengan customer dengan permintaan yang berbeda-beda, ini sungguh pengalaman baru buat saya. 

Rasanya sedih sekali kalo akhirnya saya tidak memberi jejak apa-apa akan semua proses yang harus saya lalui ini. Jadi, mulai sekarang, setiap ada kesulitan, atau ada kendala tertentu, saya akan mencoba menulisnya di blog ini. Mungkin suatu saat ketika saya tidak bersemangat sama sekali, tulisan-tulisan di sini bisa jadi moodbuster paling ampuh untuk menyadarkan saya, sudah banyak hal-hal yang saya lalui demi bisnis kecil ini. Oh, me and my mom love wrapparcel so much!






< > Home
Powered by Blogger.
Passion Journal © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.